KL hari ke 2

lanjutan sebelumnya
Setelah tiba di hotel ternyata kita baru bisa check in jam 14:00, akhirnya kita ke stasiun bis puduraya dengan tujuan genting.

Perjalanan dengan bis yang sangat nyaman, kursi reclining(bisa di atur sandarannya), ac yang dingin, bis yang bersih membuat kita tertidur selama perjalanan lebih 1 jam itu. Begitu terbangun ternyata kita sedang melewati jalanan yang berbelok2, supirnya (bapak2 yang sudah 50 th lebih kayaknya) dengan santainya melewati belokan itu dengan kecepatan cukup tinggi, untung aja gw tidur jadi gak tau sepanjang perjalanan bagaimana.

Sampai di tujuan, ternyata kita tiba di terminal bis lagi, dan untuk sampai ke genting highlands kita harus naik kereta gantung. Perjalanan yang memakan waktu 15 menit cukup bikin merinding juga, karena di bawah adalah hutan yang sangat rimbun, terdapat juga hewan2 monyet yang saling teriak.

Sampai di genting, ternyata tempat itu adalah tempat wisata seperti dunia fantasi hanya saja lebih lengkap kayaknya. Tempat pertama yang di kunjungi adalah snow world, sebuah ruangan dengan suhu -3 derajat celcius, dingin banget deh, disana kita bisa makan es krim dan bermain seluncur dengan menggunakan bantalan seperti ban mobil, gw seneng banget naik itu, teriak puwasssss.

Setelah dari sana kita jalan2 di tempat itu, banyak permainan yang seru2 tapi sayang harganya juga cukup mahal, apalagi kalo di kurs kan ke rupiah :(.

Setelah puas bermain disana kita turun lagi dengan menggunakan kereta gantung dan setelah di bawah kita harus beli tiket bis lagi untuk sampai ke stasiun puduraya.

Setelah dari sana kita langsung ke jl. bukit bintang dan menuju bukit bintang plaza, biasa shopping, istri gw cari sepatu vincci , kita makan di mcdonalds yang menunya berbeda banget dengan yang di Indonesia. Setelah itu pulang dengan badan lelah tapi senang

14 feb 2006, pagi-pagi kita sudah bangun dan makan pagi di hotel(makan paginya biasa aja, karena gratis aja gw makan), tujuan pertama pagi itu adalah menara kembar petronas. Begitu sampai sana, ternyata orang2 sudah mengantri, padahal pintu keatas baru dibukan 9:30, kita sampai 8:30. Antrian sudah berputar2, akhirnya kita mengantri.

Kita bisa ikut rombongan yang jam 9:45, kita pake lift double decker(entah apa maksudnya, soalnya di tanya ama petugas yang ada disana juga gak ngerti) menuju lantai 41, hanya butuh 41 detik untuk naik keatas dan 38 detik untuk turun kembali. Di lt 41 dimana jembatan petronas terbentang, kita bisa merasakan kalau jembatan itu bergoyang karena ketiup angin. Akhirnya kesampain juga setelah th 2004 lalu gagal ke petronas. Setelah dari sana kita turun dan ke KLCC, mall seperti kebanyakan mall di indonesia. Jalan2 lagi menemani istri mencari vincci.

Dari sana kita balik kehotel untuk taro barang2 yang seabreg2, lalu menuju petaling jaya dimana ada sodara yang tinggal di malaysia, sebenarnya tujuan utama adalah IKEA, toko peralatan rumah tangga yang cukup lengkap, disana kita cuci mata lagi dan belanja(lagi), barang2 nya cukup unik, tapi kata Uni Tilda ada yang gak tahan lama, jadi ya sudah kita liat2 n beli yang aneh2.

Oh ya disana gw naik Avanza Uni Tilda, yang lebih keren dari standard di Indonesia

1. Head Unit single CD
2. Pemanas kaca belakang
3. pilhan udara luar atao dalam
4. kopling manual

setelah jalan2 ternyata bantingannya lebih nyaman, tarikan juga lebih enak,suara lebih halus, hampir kedap suara. Lalu pas parkir mundur ada bunyi tuut tuut ternyata sudah dilengkapi sensor mundur. (WAAAAAAAAHHHHHHHHH). Dan ternyata lagi mesin mobilnya sudah VVT-i (pengen tuker)

Liat eksterior, bagian depan tidak ada fog lamp, belakang ada sensor mundur, ban ternyata masih pake velg + dop. Harganya RM. 52000 (kali aja dengan Rp.2500).Ternyata mobil yang gw naikin adalah kelas standarnya ( di sini E kali) karena tidak transmisi automatik, yang automatik (G) bedanya di velgnya ajah + fog lamp

Setelah puas dari IKEA, kita pulang kerumahnya Uni Tilda, oh ya disana bayar parkir hanya 1 kali dan gak di itung perjam..

Setelah pamit sama keluarga Bang Novri dan Uni Tilda, kita diantar lagi ke hotel dengan menggunakan perodua kumbara, daihatsu be-go/my-vi yang ukurannya lebih kecil dari daihatsu taruna. Untuk ukuran kita sangat ngepas banget, jadi masih lebih enak naik avanza.

Leave a Comment