Operasi lagi

Sudah 3 minggu papa mempunyai tonjolan di sikut kanannya, kita juga kaget karena kok tiba2 ada benjolan sebesar bola pingpong di sikut papa.
Setelah di cek ke dokter di RSPAD, dokter kasih obat. Alhamdulillah benjolan berkurang, belom hilang 100% tapi sudah berkurang. Kita senang dengan perkembangan ini.

Tapi beberapa hari kemudian benjolannya membesar kembali, sabtu (10 Des 2005) kita ke dokter lagi dan di putuskan benjolan itu harus di operasi karena di takutkan itu adalah bagian dari tumor otak yang menyerang th 2002 dan 2004.

Hari senin (12 des 2005) diputuskan untuk dilakukan operasi, papa udah di RS sejak jam 1330 dan harus menjalankan puasa, rencananya operasi akan berlangsung jam 1700.
Ternyata papa gw baru masuk kamar operasi 1815 dan gw gak tau karena gak di telepon (!#$&!#&). Operasi di perkirakan berlangsung selama 1 jam.

Ya udah kita makan malam dulu saja. Di dekat pintu keluar ada penjual sate padang, gw dan kakak gw makan sate padang n istri makan bakwan malang (hhmmm kayaknya enak tuh bakwan malang), sesudah itu gw tergiur dengan nasi padang di seberang jalan, akhirnya bungkus aja deh (dasar perut) 🙂

Balik dari makan malam gw n istri menunggu di depan kamar operasi, karena ruang tunggu yang di sediakan sudah penuh gw nunggu di depan kamar operasi ajah, jam sudah 1915 dan ternyata belum ada dokter yang keluar. 1945 dr. Djoko Riadi keluar, dan kita langsung menanyakan tentang kondisi papa. Alhamdulillah kondisi papa stabil, karena operasi dilakukan dengan bius lokal, dan selama operasi papa mengobrol dengan dr. 🙂
Alhamdulillah, ternyata benjolan itu kemungkinan besar bukan tumor, kemungkinan kista. Tapi harus di pastikan di bagian patologi.

Selasa (13 des 2005) 1230 papa sudah meninggalkan rumah sakit. Tidak ada obat yang harus diminum.
Terima kasih kepadadr. Djoko Riadi dan teamnya, para perawat RSPAD dan warga kampung gajah.

ps: screenshoot jaringan ada disini dan sini.
ps2: scrennshoot jakarta diwaktu malam dari lantai 6 ada disini

Leave a Comment