Pengucapan 2 kalimat Syahadat

Alhamdulillah…

Udah Jumat lagi, tapi gw sampe malam, ya sudahlah…
Sholat Jumat hari ini sebenarnya sangat menarik isinya, antara lain di jelaskan bagaimana sikap Rasulullah Mohammad SAW, ketika memasuki kota mekkah setelah menang dalam peperangan. Biasanya seorang panglima perang (pada waktu itu) memasuki kota yang dikalahkan dengan sikap menunjukkan sikap kebanggaan, menegakkan kepalanya, merampas harta orang-orang disana, memperkosa para wanita, intinya menindas yang kalah. Rasullullah masuk kekota dengan menunggang untanya sambil menunduk, ada yang bilang, Rasullullah menunduk sampai-sampai hidung beliau hampir menyentuh punuk untanya. Beliau menunjukkan kemenangan perang bertentangan dengan sikap para panglima perang pada saat itu.

Juga di ceritakan bagaimana bagaimana rezeki seseorang itu diatur oleh ALLAH SWT, sebelum malaikat pencabut nyawa mengambil nyawa seseorang, maka malaikat itu bertanya “Apakah masih boleh ia meminum segelas air? ”. Setelah itu barulah malaikat pencabut nyawa melaksanakan tugasnya.

Pada akhir sholat jumat, setelah pembacaan doa, ada pengumuman bahwa ada seseorang yang beragama kristen protestan akan mengucapakan 2 kalimat syahadat, wah saya yang sudah mau ambil sepatu, kembali lagi masuk kedalam mesjid, karena baru pertama kali saya menyaksikan sesorang masuk ke agama Islam, ternyata tidak hanya saya saja yang masuk kembali, banyak orang yang masuk kembali kedalam mesjid dan bergerombol kedepan untuk melihat acara yang langka(menurut saya).

Orang tersebut duduk di depan sebuah meja kecil, di hadapannya telah duduk juga seorang ustadz yang akan membantu untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat.

Ustadz: “Apakah ada yang memaksamu untuk masuk Islam? ”
Orang itu : “Tidak ada”
Ustadz : “Kenapa kamu mau masuk Islam?”
gw: maaf gw gak denger pas bagian ini
Ustadz: “Darimana kamu tahu Islam? ”
Orang itu: “Dari pergaulan sehari-hari dan melihat VCD-VCD tentang Islam”

Lalu sang Ustadz membantu mualaf itu mengucapkan 2 kalimat syahadat, dilanjutkan dengan orang itu. Setelah itu sang Ustadz bertanya apakah orang itu ingin merubah namanya, dia belum kepikiran. (Kalo menurut saya sih gak perlu)

Orang itu lalu menandatangani selembar kertas dan seorang saksi juga menandatangani, saya aja bingung buat apa sih pake tandatangan segala. Setelah itu kata ustadz, seorang yang masuk Islam Sunnah/wajib untuk di sedekahi/hadiah (saya gak inget, tapi menurut saya hadiah). Setelah itu orang2 yang tadi mengerubungi, bersalaman untuk memberi ucapan selamat dan mendoakannya, saya sendiri hanya bisa memberi ucapan “Alhamdulillah dan terus belajar”

Riwayat orang itu yang saya peroleh dari temannya yang sudah menganggap keluarga dan sudah masuk ke Kartu keluarganya adalah bahwa sang mualaf berasal dari suku dayak, kalimantan, lulusan trisakti dan bekerja di provider GSM di Jakarta, keluarganya berada di surabaya.

Alhamdulillah, ada seorang lagi yang masuk ke agama Islam karena telah mempelajari Islam dengan benar.

Saya tidak menyebutkan namanya karena menurut saya perjuangan mualaf tersebut masih panjang karena keluarganya belum tahu dan mungkin dia masih berusaha untuk lebih memperdalam tentang Islam.

Leave a Comment