Akibat berhutang

|

Hutang apa saja?

Sudah dari tahun 2015 saya bertekat untuk melunasi hutang-hutang saya, semua hutang saya sudah sampai mencapai bagian dari, pada tahun 2015 alhamdulillah saya sudah melunasi sebagian besar hutang-hutang saya. Hutang saya apa saja sih? Banyak banget, hampir semua hutang saya adalah dengan bank, hutang pribadi dengan orang lain? Banyak juga, saya menganggap itu adalah hutang walau memang tidak pernah ditagih tapi sampai saat ini saya mempunyai kewajiban untuk melunasi hutang-hutang. Hutang dengan orang ini yang paling anggap remeh sama saya, karena gak pernah ditagih-tagih 😐

Hutang paling besar adalah hutang KPR untuk rumah di daerah Sawangan Depok, Jl Pengasinan tepatnya, hampir 200 juta hutang saya disana, awal hutang disana adalah karena saya ingin menjalani usaha yang berdasarkan perkiraan dan perhitungan awal bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan. Diatas kertas usaha itu akan mendapatkan keuntungan, ternyata saat akan melakukan proyek itu terdapat masalah yang kalau boleh bilang saya masih untung, uang saya tidak jadi saya jalankan untuk proyek itu, karena proyek itu melibatkan orang penting diperintahan yang terkenal di media massa pada saat itu. TAPI.. uang tetap terpakai untuk kebutuhan lain dan pada akhirnya habis.

Hutang kedua adalah kartu kredit, saya sudah kerja di perusahaan teman saya dan sudah mendapatkan penghasilan rutin yang pas-pas-an. Lalu karena klien adalah perbankan maka proses pembuatan kartu kredit sangat gampang. Hingga pada akhir tahun 2014 saya punya 5 kartu kredit eh 6 kartu kredit dari 4 bank yang bonafit. 6 kartu kredit itu sangat membantu dalam proses selama 3 tahun tersebut dari tahun 2011.

Lalu ini adalah hal yang paling sakit hati dan meresahkan, semenjak tahun 2014 tersebut tagihan kartu kredit tiap bulan masih tampil dengan denda dan pinalti yang cukup tinggi, telepon-telepon dari debt collector setiap bulan menagih, sebelum debt collector diawali dari telepon dari Customer service bank tersebut.

Ingin lunas hutang

Lalu keinginan untuk melunasi tagihan-tagihan kartu kredit dan dan KPR tersebut semakin kuat dan keras. Awal tahun 2015 ada pemasukan yang tidak diduga-duga yang cukup untuk jalan-jalan keliling Indonesia atau keluar negeri, tapi digunakan untuk melunasi dan menutup 3 kartu kredit, 3 kartu kredit langsung saya gunting, 3 lainnya saya lunasi sebagian, lalu pada mendekati akhir tahun 2015 terdapat pemasukan lagi yang bisa melunasi semua tagihan kartu kredit, tutup 1 kartu kredit dan 2 kartu kredit tetap terbuka.

Keinginan awal saya adalah kartu kredit2 itu tidak akan saya gunakan untuk kebutuhan lain tapi ternyata sampai hari ini 2 kartu kredit itu sudah hampir mencapai limit. Efeknya? Saya mulai tidak tenang dalam hidup ini.

Lalu saya mulai berpikir, jika terjadi sesuatu kepada saya, siapakah yang akan melunasi hutang-hutang saya? Saya tidak mau keluarga mendapat telepon dari debt collector atas hutang-hutang saya. Ditanyakan oleh orang-orang lain yang saya hutangi. Saya ingin melunasi hutang-hutang saya, lalu meninggalkan harta untuk keluarga tanpa ada hutang.

Goal saya

  1. Hutang lunas dalam 3 bulan

  2. Omzet 500 juta sampai akhir tahun

  3. Tidak berhutang lagi

Saya harus bisa!

#JuliNgeblog

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.